Inilah Kunci Sukses Persib Benamkan Persija
inilahkoran.com
Oleh: Yuliantono
Bola - Senin, 4 Maret 2013 | 13:33 WIB
INILAH.COM, Bandung - Perubahan formasi yang dilakukan pelatih Djadjang Nurdjaman di paruh kedua laga lawan Persija Jakarta, Minggu (3/3/13) menjadi kunci kemenangan Persib Bandung.
Pada laga yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat itu, Persib bermain imbang 1-1 di babak pertama. Gol Kenji Adachihara berhasil dibalas Pedro Javier.
Di babak kedua, Djanur, sapaan pelatih Persib, menarik Dzumafo Epandi dan mengubah formasi 4-3-3 menjadi 4-4-2. Hasilnya, dua gol tambahan berhasil disarangkan Serginho van Dijk sekaligus membendung serangan Persija. Pemain Persija, Fabiano Beltrame, harus meninggalkan lapangan pertandingan lebih awal karena menerima kartu kuning kedua pada menit ke-71.
“Hasilnya kita lebih menekan. Selain itu, tadi Fabiano main keras dan kartu merah, itu menguntungkan buat kita," ujar Djanur.
Pujian diberikan Djanur kepada Van Dijk. Satu gol dicetak pemain WNI kelahiran Belanda itu lewat titik putih dan satu lagi lewat tendangan dari luar kotak penalti.
“Gol kedua dia tadi juga bagus dan itu bukan kebetulan. Saya pernah melihat video dia melakukan tendangan begitu. Itu mungkin sudah khasnya," imbuhnya.
Djanur mengakui bahwa timnya sempat kewalahan menghadapi gempuran pemain Macan Kemayoran di babak pertama.
"Kita akui, Persija main cukup bagus. Terlepas dari mereka pemain muda dan kita senior. Mungkin karena rivalitas antara Persib dan Persija, sehingga membuat motivasi mereka berlipat," ucapnya.[yob
Persib Cari Bek Lagi

BANDUNG – Rencana Persib Bandung melakukan penambahan pemain ternyata tidak hanya didasari alasan untuk menutupi lubang, terutama di lini belakang. Maung Bandung berencana kembali melakukan belanja pemain karena alasan non teknis lainnya yakni Tim Nasional Indonesia.
Kepentingan Timnas bisa dikatakan ada korelasinya dengan kepentingan klub, termasuk Persib. Terlebih sepanjang tahun 2013 ini, agenda Timnas yang kini ditangani duet pelatih berpengalaman, Jacksen Tiago dan Rahmad Darmawan, tergolong cukup padat.
Selain harus menjalani sejumlah pertandingan di Pra Piala Asia 2015. Pasukan Garuda juga bakal menjalani beberapa agenda laga uji coba internasional, termasuk di antaranya menjajal Timnas Belanda di Jakarta, 7 Juni mendatang.
Karena padatnya agenda Timnas, terlebih banyak di antara pemain Persib yang berlabel Timnas. Tidak mengherankan jika kemudian pelatih Djadjang Nurdjaman merasa cukup dipusingkan oleh kondisi ini. Sebab secara program, pola Pelatnas yang selama ini diterapkan Timnas kerap membuat pemain harus meninggalkan klub dalam jangka waktu yang tidak sebentar.
“Kalau disebut mengganggu, apalagi kalau program Timnas dilakukan secara jangka panjang jadi bisa dikatakan seperti itu (mengganggu). Tapi kalau melihat jadwal atau agenda Timnas, bisa dikatakan tidak berdekatan dengan agenda pertandingan kita. Mudah-mudahan saja ke depan memang tidak mengganggu,” terang Djanur.
Meski tidak secara terbuka, namun Pelatih berusia 54 tahun itu, mengakui jika saat ini sudah muncul wacana penambahan pemain di putaran kedua nanti. “Sejauh ini baru sebatas wacana. Sebab kita juga belum memiliki opsi pemain mana yang akan diambil. Kita lihat saja perkembangannya seperti apa,” papar Djanur.
Sebelum Manajer Persib, Umuh Muchtar pun sempat mengutarakan rencana tersebut. Sektor belakang jadi lini yang mendapatkan sorotan tajam. Penyebabnya jumlah gol kemasukan yang bersarang di gawang Persib tergolong tinggi. Dari 10 laga, Maung Bandung sudah kemasukan 16 gol.
Umuh mengungkapkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengurus PT. PBB maupun staf pelatih mengenai rencana melakukan penambahan pemain, terutama di sektor belakang. “Dari semua lini, dibandingkan tengah dan depan. Saya kira lini belakang yang masih membuat kita khawatir,” ucap Umuh.
Di mata Umuh, dari 16 gol yang bersarang ke gawang Persib. Banyak di antaranya terjadi karena proses yang sebetulnya bisa dicegah. “Saya sudah bicara dengan pengurus lain. Mungkin kita akan lihat dulu sampai putaran pertama selesai. Apakah perlu menambah atau tidak,” tegasnya.
“Tapi kami pertimbangkan, baik itu pemain lokal maupun asing. Kalau bisa dapat pemain lokal itu bagus. Tapi kenapa tidak kita mencari bek asing juga. Pokoknya kita upayakan mendapatkan yang terbaik supaya sektor pertahanan kita lebih kokoh,” ucap Umuh.
Van Dijk: Berkat Persib, Saya Masuk Timnas
Penyerang Persib Bandung, Serginho Sergio van Dijk - inilah.com
Oleh: Boy Leonard Pasaribu
Bola - Rabu, 20 Maret 2013 | 10:17 WIB
Nama pemain naturalisasi kelahiran Belanda itu tercantum dalam 28 nama pemain yang lolos seleksi tahap awal, dari 59 pemain yang dipanggil mengikuti pemusatan latihan sekaligus seleksi.
Dari 28 pemain ini, nantinya akan dikerucutkan lagi hingga 23 pemain untuk laga kualifikasi Piala Asia 2015 lawan Arab Saudi di Jakarta, Sabtu (23/3/13).
“Saya berterima kasih kepada pemain Persib yang sudah banyak membantu saya untuk beradaptasi di tim. Di sana saya mencetak banyak gol. Kemudian saya dipanggil ke Timnas,” kata Sergio.
Van Dijk baru bergabung dengan Timnas Indonesia sekitar sepekan. Namun ia mengaku telah memantau Skuad Garuda sejak lama. Ia bahkan mengaku pernah menonton langsung di GBK saat Timnas melawan Jamaika.
Dari enam laga yang dijalaninya, Van Dijk sudah mengemas enam gol. Penyerang 30 tahun ini punya kelebihan sebagai finisher yang efektif di dalam kotak penalti, baik lewat akurasi tendangan maupun sundulan.
Ia juga punya keseimbangan yang baik saat berebut maupun menguasai bola, hal ini amat dibutuhkan Indonesia saat melawan Arab, yang memiliki pemain dengan postur yang rata-rata lebih besar dibandingkan pemain Indonesia.
“Pertandingan melawan Arab hanya 90 menit. Saya ingin mainkan sepak bola dengan tempo tinggi di mana itu membutuhkan kebugaran. Makanya dibutuhkan pemain yang siap termasuk Sergio,” kata pelatih timnas Rahmad Darmawan.
Van Dijk tak sendiri di Timnas. Ada I Made Wirawan, Supardi, M. Ridwan dan Tony Sucipto dari Persib yang juga terpilih dalam daftar 28 pemain